Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Sunday, June 18, 2017

Dari Singang Hingga Ayam Bakar Taliwang, Puasa di Lombok Kaya Rasa


Singang

Salah satu menu favorit saya saat berbuka puasa adalah singang. Makanan ini memiliki cita rasa yang khas. Meski aslinya berasal dari Sumbawa, namun seiring berjalannya waktu, singang mulai mudah ditemukan di Lombok. Banyak pengusaha kuliner asal Sumbawa yang menetap di Lombok, menjual masakan ini ketika ramadhan. Mereka membuka lapak di pinggir jalan, lalu menawarkan singang kepada siapa saja.

Jika tak sempat membelinya di luar, terkadang saya memesan masakan ini pada salah seorang sahabat mahasiswa Sumbawa untuk diantarkan. Sahabat itu menyediakan aneka kuliner Sumbawa di Lombok. Ia tak hanya membuka lapak, namun juga menerima pesanan. Satu porsi singang ia hargai mulai dari 10 hingga 15 ribu rupiah. Murah bukan?

Di daerah asalnya, masakan tradisional berbahan dasar ikan segar ini telah diwariskan secara turun temurun. Masyarakat Sumbawa telah membuat singang jauh sebelum pemerintah membuat slogan “one village one product“ yang belakangan sering dikampanyekan oleh seorang mentri.

Sepintas, bentuknya memang menyerupai gulai ikan. Kuahnya yang kekuning-kuningan dipadu dengan warna hijau daun kemangi dan warna merah cabe rawit, membuat singang terlihat segar. Aromanya yang menggugah selera seakan mempertegas rasa tak sabar di dada untuk segera menyantapnya.

Meski menjalani puasa di Lombok, saya selalu leluasa menikmati masakan khas Sumbawa yang satu ini. Di kampung halaman saya, Empang, Kabupaten Sumbawa, singang biasa dibuat dengan beragam jenis ikan laut. Namun, saat menyantapnya di Lombok, kuliner ini lebih sering disajikan dengan ikan jenis nila yang banyak dibudidayakan di sini. Tapi terlepas apapun ikannya, singang selalu membawa kenikmatan tersendiri.

Singang Ikan Laut (foto: Endah Gusniati)

Selain singang, makanan lain yang juga menjadi menu andalan saat berbuka adalah ayam bakar taliwang. Jauh di Jakarta sana, kuliner ini perlahan mulai populer. Namun, tidak ada yang bisa mengalahkan nikmatnya saat mencicipi kuliner ini di kampung asalnya. Saya terbiasa menikmati ayam bakar taliwang dengan plecing kangkung. Rasanya sangat mencerminkan selera masyarakat Lombok yang menyukai pedas.

Kuliner ayam bakar taliwang ini dipopulerkan pertama kali oleh warga Karang Taliwang di Cakranegara, Mataram. Mereka membuat sesuatu yang kemudian menjadi ciri khas, lalu tersebar ke mana-mana. Kuliner ini menjadi jembatan bagi mereka untuk menyapa banyak orang di berbagai tempat. Mereka mematenkan identitas Taliwang ke dalam kuliner ayam bakar yang kenikmatannya selalu membuat perut tak pernah kenyang.

Kuliner yang satu ini memang digemari banyak orang. Terbukti ketika sejumlah warung yang menyediakan menu ayam bakar taliwang tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, tercatat beberapa artis ibukota yang datang mengunjungi Lombok, selalu menyempatkan diri untuk menjajal sensasi pedas ayam bakar taliwang.

Ayam Bakar Taliwang

Lombok tak hanya memiliki sederet destinasi wisata memukau, tapi juga pulau yang amat kaya dengan berbagai khasanah kuliner. Jika setiap tempat memiliki satu kuliner yang unik, maka perjalanan mengelilingi Lombok bisa menjadi perjalanan yang teramat mengasyikkan sebab akan dipenuhi berbagai kisah, sejarah, serta harum aroma kuliner yang menggoda iman di sudut manapun anda berada. Perjalanan itu bisa menjadi medium efektif untuk memahami bahwa kuliner bukan sekadar makanan, tapi juga merupakan tradisi, budaya, serta filosofi hidup.

Melalui kuliner pula, kecintaan pada sebuah bangsa pun bisa diasah. Sebab rasa dan aroma khas kuliner akan menyadarkan kita bahwa setiap tempat memiliki keunikan, sejarah, serta peta sosial budaya yang berbeda. Kuliner adalah jalan masuk untuk mengenali jantung budaya setiap bangsa.

Di Lombok, saya tak hanya menikmati ramadhan yang semarak sebab pemerintah melalui serangkaian acara Pesonah Khazanah Ramadhan telah menjadikan Islamic Center sebagai pusat dari banyak kegiatan islami yang menarik, tapi juga saya menikmati ramadan yang begitu nikmat saat ragam kuliner bercita rasa dunia, tersaji di atas meja.

Yukkk, mari bersantap.

Mataram di Penghujung Ramadhan, 18 Juni 2017

Wednesday, August 10, 2016

Madu Asli Sumbawa


Madu Asli Sumbawa

Madu, sejak dulu memang dikenal sebagai makanan yang sangat berkhasiat bagi kesehatan. Madu yang merupakan hasil dari lebah bisa dikonsumsi secara lansung ataupun dicampur dengan bahan makanan lain. Biasa juga dibuat minuman dengan cara mencampurkan madu dengan air hangat. Beberapa penelitian menunjukan bahwa campuran madu dengan air hangat sangat brmanfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun beberapa manfaat madu antara lain mengatasi batuk dan dingin, menurunkan berat badan, meningkatkan energi tubuh, kesehatan kulit, baik untuk pencernaan, meningkatkan metabolisme tubuh.

Madu memang dipasarkan secara bebas diseluruh indonesia, tapi seiring perkembangan zaman Madu Asli memang susah sekali didapat. Apalagi kalau dikota-kota besar. Biasanya pedagang madu memanfaatkan madu campuran kemudian dipasarkan karena dapat menambah keuntungan. Perbedaan antara madu asli dan campuran itu bisa dilihat dengan cara menuangkan madu pada sebuah kertas. Nah jika madu yang dituangkan itu berhasil menembus kertas, itu tandanya mdu tersebut sudah dicampur dengan air dan sebagainya.

Berhubung saya merupakan blogger asli sumbawa, beberapa waktu lalu saya sempat berkunjung ke salah satu rumah sahabat saya, dan ternyata sekarang dia sedang mendalami bisnis jual oleh-oleh asli sumbawa. Salah satu yang dijual itu madu. Saya pernah diajak secara lansung ketempat dimana dia mendapatkan madu, dan sungguh luar biasa, saya dapat menyaksikan bagaimana masyarakat secara lansung berburu madu ini dihutan. Pengalaman yang sangat langka bagi mahasiswa semester akhir seperti saya.


Madu Asli Sumbawa

Madu Asli Sumbawa

Madu Asli Sumbawa

Spesifikasi Harga
Madu Coklat Rp130.000/500ml
Madu putih, Hitam, Kuning Rp150.000/500ml dan Rp85.000/250ml

Bagi sahabat-sahabat blogger yang ingin memesan madu asli sumbawa, bisa secara lansung berkomentar di form komentar, menghubungi admin via medsos yang tertera dihalaman ini. Kami menjamin pengiriman sesuai pemesanan. Atau bisa lansung kesini: Tara Olshop Menjual Oleh-Oleh Khas Sumbawa


Sunday, June 28, 2015

Masin Si Pedas Dari Timur Sumbawa


Masin Jotang

Indonesia di kenal sebagai negara dengan ragam kuliner yang melimpah. Hampir di setiap sudut negeri ini ada saja peganan masyarakat yang memikat lidah. Ada dodol di Garut, Rendang di Padang hingga Ayam Bakar Taliwang yang bisa anda jumpai di Lombok. Namun di balik tumpah ruah kuliner yang beraneka ragam, ada cerita tentang perjuangan masyarakat lokal dalam mematenkan kuliner dari daerahnya masing-masing. Hingga kuliner tersebut mampu menjadi branding daerah serta menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Jika di tempat lain pelbagai kuliner terlihat berupa jejajan ataupun makanan khas daerah, di Sumbawa terdapat jenis kuliner yang tidak biasa. Namanya Masin, bentuknya serupa sambal dan terbuat dari udang-udang kecil. Masin adalah menu yang wajib hadir di setiap hidangan masyarakat lokal Sumbawa.

Masin yang bentuknya serupa sambal ini memiliki citarasa pedas yang menantang lidah. Masin ini pertama kali di populerkan oleh masyarakat Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Mereka berusaha membuat sesuatu yang kemudian menjadi ciri khas lalu tersebar kemana-mana. Mereka menjadikan Masin sebagai jembatan penghubung untuk menyapa banyak orang di berbagai tempat lain. Mereka berusaha mematenkan identitas Kecamatan Empang kedalam sambal pedas yang dominan disukai oleh kaum hawa ini.

Sebagai seorang Mahasiswa Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Lombok, seringkali saya mendapat kiriman berupa Masin dari orang tua di sana. Saya tidak tahu betul mengapa mereka terbiasa menyelipkan sambal pedas ini diantara berbagai makanan lain.

Beberapa waktu lalu seorang pengusaha daerah asal Sumbawa tercatat sebagai 5 pemenang utama dari kegiatan Datsun Ricing Challenge berkat proposal usaha mengenai produk Masin dengan judul "Sambal Udang Ebi Masin Jotang" dengan tag line "Sambal Udang Ebi Masin Jotang Warisan Leluhur Menyapa Dunia Menyebar Rasa".

Saya sangat tertegun melihat geliat semangat masyarakat dalam mempromosikan produk lokal yang mereka miliki. Mereka telah membuat Masin jauh sebelum seorang Mentri sesumbar dengan slogan "One Village one Product". Ada visi besar yang terus di rawat degan tekun di balik kepolosan mereka. Dalam kesederhanaan, mereka telah melahirkan visi melampaui pemangku kebijakan.

Di balik eksistensi para pelaku usaha modern saat ini, ternyata masyarakat lokal telah jauh hari melahirkan visi mulia yang menggugah kesadaran. Mereka telah mengemban visi besar jauh sebelum seorang mentri sesumbar dengan kebijakan "One village one product" nya.

Para masyarakat lokal ini tak pernah sesumbar. Mereka jauh dari bidikan media manapun. Mereka telah membuat kuliner yang nantinya akan menjadikan identitas tersendiri bagi daerahnya. Dalam kesederhanaan mereka jauh berfikiran lebih maju.

Mataram, 28 Juni 2015