Showing posts with label Blogging. Show all posts
Showing posts with label Blogging. Show all posts

Wednesday, July 26, 2017

Sembilan Mental yang Harus Dimiliki Seorang Blogger


Ilustrasi

Di satu toko buku, saya melihat buku yang berisi tentang kiat-kiat sukses menjadi seorang blogger. Saya tiba-tiba saja tertarik untuk membacanya. Dalam waktu singkat, saya menyelsaikan beberapa kisah blogger sukses dunia. Mereka yang menggapai kecemerlangan karir, bermula dari aktvitias menjadi seorang blogger.

Saya akhirnya memahami betapa dibalik cerita-cerita sukses para blogger dunia seperti Darren Rowse, Yaro Starak, John Cow, Lisa Stone dan lain-lain, tersimpan sikap mental dan mindset tertentu yang menyertai langkah mereka. Benar kata pesepak bola legendaris Pele bahwa “Keberhasilan bukanlah suatu kebetulan. Untuk mencapai keberhasilan, dibutuhkan kerja keras, ketekunan, latihan, pembelajaran, pengorbanan, dan yang paling penting, cintailah apa yang kamu kerjakan”.

Buku itu membuat saya tersentak di beberapa bagian. Saya menyadari bahwa ada hal-hal yang teramat penting untuk dilakukan sebagai seorang blogger. Sesuatu yang kerap terpikirkan, namun tak selalu bisa dilakukan secara rutin, hingga mengakar kuat dalam kebiasaan. Apa saja itu? Nah, marilah kita buat daftar sederhana. Saya hanya menuliskan beberapa kiat yang telah dibagikan oleh banyak ahli dalam bidang ini.

Pertama, berani bermimpi besar. Segala sesuatu tentunya dimulai dari impian. Mimpi besar akan menggerakkan kita demi menggapai sesuatu yang kita inginkan. Kita bisa melihat sebegitu kuatnya ideologi American Dream yang membuat obsesi anak-anak Amerika hendak menggapai kemakmuran. Fenomena ini menggambarkan bahwa impian yang ditanam sejak kecil akan menjadi kompas bagi seseorang untuk bergerak ke arah yang diidam-idamkannya.

Kedua, cintailah aktivitas blogging. Hanya cintalah yang membuat kita berani melakukan hal-hal yang menurut orang lain boleh jadi tidak masuk akal. Menulis tanpa dibayar, berbagi ilmu dan tips berharga secara gratis, membalas komentar dan menjawab pertanyaan pembaca blog tanpa pamrih. Tanpa cinta, aktivitas blogging hanya akan bertahan dalam sekejap.

Mencintai aktivitas blogging bisa juga berarti memilih topik yang benar-benar kita kuasai dan sesuai untuk blog. Jangan pernah tergoda untuk menulis sesuatu yang tak benar-benar kita kuasai, sebab bisa menjadi bomerang saat pembaca mulai mempertanyakannya. Jika kebetulan hobi kita adalah travelling, menulis pengalaman, tips dan trik berwisata aman tentunya akan lebih mudah ketimbang menulis tema lain.

Ketiga, lakukan yang terbaik. Buatlah satu komitmen untuk melakukan dan memberikan yang terbaik. Ketika menulis artikel, menulislah sebaik mungkin. Berikan manfaat sebesar-besarnya kepada pembaca blog. Buatlah mereka membaca dengan alasan blog kita memuat satu kepingan informasi yang mereka butuhkan.

Ketika membalas komentar, balaslah dengan niat memberikan bantuan sehingga menunjukkan bahwa kita peduli dengan masalah mereka. Meskipun kita belum mendapatkan finansial apapun dari blog, tetaplah berkomitmen untuk melakukan yang terbaik.

Keempat, tentukan tujuan yang jelas. Kita bisa memulai dari menanyakan diri sendiri tentang apa yang memotivasi kita menekuni aktivitas blogging. Uang, hobi atau ketenaran? Jika uang, berapa yang ingin kita dapatkan? Lima juta, sepuluh juta? Kapan kita akan mendapatkan penghasilan itu? Bulan depan, tahun depan? Apapun tujuannya, usahakanlah menuliskanya di selembar kertas. Tentukan goal target untuk blog kita. Tentukan pula tenggat waktu untuk mencapainnya.

Menuliskan tujuan dari aktivitas blogging, akan mempermudah kita dalam mendapatkan sesuatu. Sebab dengan cara ini, kita dituntut untuk melakukan sesuatu secara terstruktur dan sistematis. Kita juga dengan mudah melakukan evaluasi terhadap setiap pencapaian. Dalam teori manajemen, langkah ini dikenal dengan istilah POAC yakni Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.

Kelima, teruslah belajar. Dunia bergerak dengan cepat. Apa yang terjadi di timur dengan seketika memancing respon dari banyak orang yang tinggal di barat. Saya mengamini kalimat Thomas Friedman dalam buku “The World is Flat” bahwa dunia telah menjadi datar. Apa yang terjadi di suatu tempat bisa menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tempat lain. Batasan kian mengabur, informasi datang dari segala arah.

Setiap hari selalu ada hal baru, ide baru, trend baru, penemuan baru. Jika kita terlalu cepat berpuas diri, lalu malas mempelajari sesuatu yang baru, jangan terkejut jika dalam hitungan hari kita akan tertinggal. Saya teringat ungkapan seorang dosen di awal-awal kuliah dulu bahwa “Mereka yang mengasai informasi, adalah mereka yang menguasai dunia”. Setinggi apapun kesuksesan yang telah di raih, sebesar apapun penghasilan dari blog yang kita dapatkan, merasa laparlah terhadap segala informasi baru dan jangan pernah berhenti belajar.

Keenam, bergaul dengan orang-orang yang tepat. Tak ada salahnya berteman dengan siapapun. Namun jika kita benar-benar ingin mewujudkan sebuah impian, mulailah menemukan orang-orang yang mau mendukung setiap kemajuan kita. Pasalnya jika tak cermat, kita akan mendapati mereka yang selalu memberi atensi negatif terhadap apa yang kita lakukan.

Semenjak aktif menulis blog, saya mulai rutin mengikuti berbagai tulisan dari banyak maestro yang telah lebih dulu mengenal dunia aksara. Beberapa diantaranya bahkan berteman dengan saya di media sosial. Saya mengamati bagaimana mereka menulis, gagasan apa yang hendak mereka utarakan. Saya memilih untuk bersahabat dan rajin mengikuti postingan mereka yang selalu memancarkan energi positif, mencerahkan media sosial dengan ide-ide baru, serta selalu membuka ruang interaksi dan belajar bersama.

Ketujuh, bersiaplah untuk mengalami kenaikan dan penurunan. Dalam buku Creator. Inc, karya Arief Rahman, blogger merupakan salah satu profesi baru yang banyak diminati di era digital. Aktivitas blogging yang serba mudah, cepat, serta menyediakan begitu banyak peluang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah membuat para blogger berbondong-bondong dalam membangun konten berkualitas demi memantik minat banyak pembaca.

Semakin blog itu ramai pembaca, semakin besar pula penghasilan yang didapatkan. Namun, semuanya tentu melaui proses yang sangat panjang. Saya pribadi percaya bahwa make money from blogging adalah sebuah bisnis yang menjanjikan. Tetapi layaknya bisnis lain di luar sana, dunia blogging juga mengenal kenaikan dan penurunan. Penghasilan dari aktivitas ini juga tidak bisa dipastikan. Yang harus kita lakukan hanyalah menyiapkan mindset positif bahwa dalam dunia blogging, kenaikan dan penurunan adalah hal yang biasa. Sesuatu yang perlu diutamakan adalah tetap komitmen dalam memproduksi konten-konten menarik dan berkualitas.

Kedelapan, disiplin terhadap diri sendiri. Saya selalu percaya bahwa di balik setiap kisah sukses para blogger, selalu tersimpan sikap disiplin yang luar biasa. Kualitas inilah yang membedakan Darren Rowse, Yaro Starak, John Cow, Lisa Stone dan sederet nama beken lain berbeda dengan kebanyakan blogger di luar sana. Disiplin dirilah yang membuat mereka tetap menulis nyaris setiap hari, meskipun tak ada seorangpun yang mengharuskan mereka melakukan hal itu.

Kesembilan, tetap bersabar dan persisten. Banyak blogger yang terlalu tergesa-gesa dan segera ingin meraih kesuksesan saat menekuni aktivitas blogging. Mereka terpukau dengan karir blogger lain yang mentereng. Sayangnya, ketika ekspektasi itu berbading terbalik, mereka terlalu cepat memutuskan untuk berhenti. Padahal, sejatinya setiap blog memiliki potensi dan ukuran keberhasilan yang berbeda-beda.

Saya sendiri sangat senang ketika berbagai tulisan di blog ini dibaca banyak orang. Bagi saya, berbagi pengalaman dengan rekan-rekan blogger sangatlah mengasikkan. Blog mengasah daya-daya kreativitas dan nalar saya untuk terus menyempurna. Melalui interaksi dengan pembaca, saya bisa terus belajar dan menyempurnakan tulisan, menyerap semua energi kritik demi menemukan karakter kuat dalam semua tulisan-tulisan itu. Meskipun tak selalu menuai penghasilan, saya tetap antusias menikmati setiap jengkal proses pembelajaran dalam aktivitas ini.

***

Saya hanya mencatat sembilan. Orang-orang yang berpengalaman dalam dunia blogging tentu punya lebih banyak penjelasan tentang bagaimana seharusnya bersikap sebagai seorang blogger. Kita bisa mencatat, lalu mengembangkan berbagai kiat yang diberikan demi menunjang aktivitas sebagai blogger. Ada hal-hal yang kita sadari, banyak pula hal yang tidak disadari. Namun dengan cara belajar terus-menerus, kita akan sampai pada satu kebenaran, lalu dengan segera mengaplikasikannya.

Dunia ini mempertemukan saya dengan banyak orang dalam berbagai interaksi. Saya merasakan banyak kenikmatan di dunia blog yang yang tak selalu bisa dijumpai di ranah lain. Ibarat taman bermain, dunia blog selalu saja nyaman menjadi tempat untuk tetirah dan melepas segala kepenatan. Tulisan ini pula sengaja dibuat sebagai pegangan pribadi, agar selalu survive dalam dunia yang serba menyenangkan ini.

Mataram, 26 Juli 2017

Sunday, July 23, 2017

Berkah Menulis Untuk Blogger


Ilustrasi

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti kontes menulis yang diadakan oleh Republika. Tak saya sangka, tulisan itu terpilih sebagai salah satu juara. Klik Disini untuk melihatnya. Saat itu, para blogger diminta menuliskan kesan saat menjalani puasa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hari ini, saya menerima email dari penyelenggara lomba. Pesan yang saya terima adalah ucapan selamat sekaligus permintaan agar saya mengirimkan alamat lengkap, nomer KTP juga nomer rekening. Rupanya, tulisan itu dihargai jutaan rupiah.

Ah, hidup memang selalu punya kejutan yang menyenangkan. Selain leluasa menulis, dapat hadiah pula. Asyiiiiikkkkkkkk.

Sumbawa, 23 Juli 2017

Monday, March 27, 2017

Template Baru, Semangat Baru


Ilustrasi

Dalam dunia blogging, template bukanlah sebuah kebutuhan yang bisa disepelekan. Banyak blogger yang berusaha mendesain situs pribadi mereka agar terlihat menarik. Hal ini bertujuan agar para pengunjung tidak hanya sekedar mampir, namun juga betah membaca berbagai postingan yang dibagikan. Bahkan, tak jarang para blogger rela merogoh kocek demi mendapatkan desain template yang sesuai selera.

Tentu saja para blogger sangat mudah meresign tampilan template. Mengingat banyaknya jasa penyedia layanan pembuatan template, meresign tempilan blogspot menjadi aktivitas yang sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Meskipun mereka tak paham urusan coding-codingan. Selain itu, para blogger juga bisa mendownload nya secara cuma-cuma di berbagai portal penyedia template gratis. Mudah bukan?

Baru-baru ini, saya juga melakukan resign template. Setelah sekian lama ditemani template dengan perpaduan warna gelap, kali ini saya mengubah tampilannya menjadi lebih terang. Sebenarnya yang saya lakukan tidaklah berpengaruh pada tulisan-tulisan saya di blog ini.

Apa yang saya tuliskan tetaplah sama yaitu seputar perjalanan wisata, pengalaman pribadi, aktivitas sosial, hingga resensi buku. Dengan mengganti tampilannya menjadi lebih terang, saya hanya berusaha membuat blog ini terlihat lebih ramah serta bersahabat dengan penglihatan saya dan teman-teman blogger lain yang biasa berkunjung.

Semoga tampilan baru ini lebih menyemangati saya dalam menulis. Semoga saja warna cerah pilihan saya ini juga berimbas pada imajinasi saya dalam menjahit kata demi kata, menyulam setiap paragraf hingga menjadi bacaan yang layak di konsumsi oleh semua orang.

Mataram, 27 Maret 2017

Tuesday, January 31, 2017

Legitimasi Blogger, Lumpuhkan Otoritas Media Mainstream



Disaat dunia teknologi telah berkembang sedemikian pesat dan akses informasi begitu mudah dilakukan, disaat itu pula kita harus mengamini bahwa apa yang pernah diramalkan oleh Alvin Toffler, seorang peramal masa depan bukan sekedar mitos belaka. Toffler pernah membagi gelombang peradaban manusia atas tiga fase, pertama yaitu zaman peradaban pertanian, selanjutnya zaman peradaban industri, dan terakhir zaman peradaban informasi.

Toffler telah menduga bahwa kelak, manusia akan mencapai satu peradaban informasi yang unggul dan serba praktis. Zaman ini ditandai dengan banyaknya produk-pruduk digital yang memudahkan manusia dalam berinteraksi dengan dunia sekitar.

Inilah zaman dimana dunia teknologi informasi telah menjelma sebagai satu atmosfer demokratis yang merubah semua tatanan. Dunia informasi telah mengubah peta sosial, peta bisnis, dan juga peta intelektualitas dunia. Melalui jendela kecil di layar ponsel dan laptop, orang-orang dengan mudah melempar ide ke ruang maya. Ide itu lalu beresonansi dengan semesta serta orang-orang yang berpikiran sama dengan mereka.

Sejalan dengan itu, generasi-generasi baru yang melek dengan dunia internet mulai bermunculan. Generasi ini membuka gerbang informasi kepada dunia luas. Mereka terbiasa melabeli diri sebagai blogger. Kehadiran mereka diawali dari ketidakpekaan masyarakat awam terhadap perkembangan zaman. Mereka lalu membentuk barisan sendiri, membangun komunitas dan bertukar gagasan melalui satu atmosfer informasi.

Hampir di semua kota, komunitas ini bermunculan dan membangun satu tradisi, yang dahulu dibiakkan oleh media-media mainstream. Kehadiran para blogger telah memaksa lanskap media untuk berubah. Mereka hadir membawa satu misi yaitu menyebarkan informasi bagi jutaan orang yang aktif berselancar diranah maya. Konten yang mereka bagikan kian beragam. Ada yang menulis pengalaman pribadi, tutorial menggunakan gadged, resensi buku, hingga destinasi wisata daerah masing-masing.

Di era transparasi publik seperti sekarang, keberadaan blogger adalah kekuatan baru yang melumpuhkan otoritas media mainstream. Mereka telah bertranspormasi sebagai pengendali informasi di abad digital. Kekuatan media mainstream seperti surat kabar, majalah dan tabloid lambat laun mulai memudar. Publik kini dimanjakan oleh kehadiran smartphone yang melayani kita dengan mudah untuk mengakses informasi dimana saja.

Media online ini tampil sebagai penguasa baru yang memiliki banyak kaki-kaki. Di antara kaki itu ada demikian banyak website, blog, serta media sosial yang serupa semut perlahan menggerogoti gajah besar media-media mapan. Perlahan, peta sosial juga ikut-ikutan bergeser.

Peluang inilah yang menopang keberadaan blogger. Perkembangan mereka didukung oleh kemajuan teknologi yang memudahkan segalanya. Smartphone adalah senjata utama mereka dalam menyebarkan berbagai konten. Ujung jemari warga bisa menjadi alat kampanye yang efektif hanya dengan cara meng-klik.

Legitimasi blogger atas perkembangan teknologi informasi telah diakui banyak pihak. Mereka tak sekedar lihai dalam menyusun sebuah konten dan aktif mempromosikan potensi daerah, bahkan pada kehidupan nyata, tak jarang mereka juga membuat satu kegiatan pelatihan kepenulisan dan mengkordinir banyak massa. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, eksistensi komunitas blogger telah berhasil memicu perhatian pemerintah untuk bermitra.

Oleh pemerintah NTB, para blogger diajak terlibat dalam satu agenda besar berbasis kepariwisataan. Mereka diajak mengkampanyekan pariwisata NTB secara aktif melalui berbagai media sosial. Akhirnya, kolaborasi pemerintah dan blogger tersebut membuahkan hasil. NTB keluar sebagai pemenang dalam Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016 lalu.

Dunia blogger adalah dunia yang serba demokratis. Tak seperti media mainstrem yang cenderung melakukan keberpihakan, blogger menyajikan sesuatu yang lebih transparan. Mereka menulis apa yang mereka lihat dan rasakan sendiri. Mereka tak tunduk pada kekuatan tertentu, tak ada pula interpensi dari setiap konten yang mereka produksi. Namun dibalik itu semua, keberadaan blogger adalah pelepas dahaga bagi mereka yang haus akan informasi dan perkembangan zaman.

Mataram, 31 Januari 2017

Sunday, August 7, 2016

1 Juta Website Gratis Dari Kementrian Kominfo Sampai 2019



Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) memberikan website gratis satu tahun dengan domain berekstensi .id sampai tahun 2019 mendatang. Program ini diluncurkan untuk memperbanyak konten positif dan membantu para wirausaha untuk memasarkan produknya melalui internet.Sasaran yang dituju dalam program ini adalah UMKM, sekolah, pondok pesantren, komunitas, dan desa.

Untuk mendapatkan website gratis dari program ini, Anda dapat menghubungi pendamping daerah masing-masing ataupun mendaftar langsung, Website yang terdaftar harus berjanji untuk memanfaatkan website sebaik-baiknya dan digunakan untuk kepentingan positif. Selain itu, bagi yang belum mampu mengelola web, kami menyediakan pendampingan oleh tim yang telah ditunjuk.

Berikut ini adalah persyaratan yang diperlukan baik UMKM, sekolah, pondok pesantren, komunitas, dan desa.

1. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
- Berdomisili di wilayah Indonesia.
- Memiliki kartu identitas yang sah seperti KTP, SIM, atau kartu identitas lainnya.
- Usaha memiliki SKU/SIUP/TDP/IUMK atau surat keterangan lainnya (untuk domain co.id).
- Penanggungjawab memiliki alamat di Indonesia dan nomor kontak yang dapat dihubungi.
- Penanggungjawab berani menjamin website akan digunakan untuk kebaikan.
- Bersedia mengisi konten ke dalam website yang dibuat.
- Alamat website menggunakan akhiran .co.id, .web.id, .biz.id, dan .id.

2. Sekolah dan instansi pendidikan
- Sekolah atau Pesantren berdomisili di wilayah Indonesia.
- Penanggung jawab adalah Kepala Sekolah/Madrasah atau Pimpinan Pondok Pesantren yang bersangkutan.
- Penanggung jawab memiliki alamat di Indonesia dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
- Menyampaikan surat permintaan domain yang ditanda tangani dan cap basah sekolah/pesantren yang bersangkutan (upload)
- Bersedia mengisi konten ke dalam website yang dibuat.
- Alamat website menggunakan akhiran .sch.id untuk sekolah, dan akhiran .ponpes.id bagi pondok pesantren

3. Desa
- Desa berada di wilayah Indonesia
- Memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
- Pendaftaran .desa.id melalui registrasi instansi penyelenggara negara
- Bersedia mengisi konten ke dalam website yang dibuat.
- Alamat website menggunakan akhiran .desa.id

4. Organisasi/Komunitas
- Organisasi atau komunitas berada di wilayah Indonesia.
- Ada penanggung jawab yang berusia minimal 17 tahun dan memiliki identitas Indonesia seperti KTP, SIM atau identitas lainnya.
- Penanggung jawab memiliki alamat di Indonesia dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
- Memiliki anggota yang dapat dibuktikan melalui daftar anggota dilampirkan bersama surat permintaan usulan domain atau proposal yang ditandatangi dan di cap basah (upload, berlaku untuk domain or.id).
- Bersedia mengisi konten ke dalam website yang dibuat.
- Alamat website menggunakan akhiran .or.id dan .id

*Perlu diingat, sampai saat ini pendampingan baru tersedia untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi lainnya masih dalam proses. Mari bantu sebarluaskan informasinya agar manfaat dan kebaikan semakin banyak diberikan.

✒ Informasi lebih lengkap
Website : http:// 1juta.id
CP: whatsapp/telegram : 085718823423
Email : satujutadomain@kominfo.go.id

Semoga bisa membantu kemajuan, dan show off suatu institusi.